Petani Tebu Dapat Angin Segar, Program Ini Ditargetkan Bangkitkan Industri Gula Jawa Barat

Berita 13 Aug 2026 00:56 3 min read 101 views By Nadia Riski Septiani

Share berita ini

Petani Tebu Dapat Angin Segar, Program Ini Ditargetkan Bangkitkan Industri Gula Jawa Barat
Program pengembangan kebun benih tebu di Jawa Barat diharapkan mampu mendorong produktivitas dan mendukung target swasembada gula, namun pelaku usaha masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari akses jalan menuju kebun hingga kondisi tanah yang membutuhkan penanganan khusus.

KebunNews.com – Upaya meningkatkan produksi tebu dan memperkuat industri gula nasional terus dilakukan, salah satunya melalui pengembangan kebun benih tebu. Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu langkah penting dalam menyediakan bahan tanam berkualitas sekaligus mendorong produktivitas perkebunan. Namun, pelaku usaha di lapangan menilai pengembangan tebu juga membutuhkan dukungan untuk mengatasi berbagai persoalan yang masih menjadi kendala.


Hal tersebut disampaikan Kang Mulki, Owner CV Karya Amalia dikutip dari Perkebunan TV, Kamis (13/8/26). Ia mengatakan, pengembangan kebun tebu di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait akses menuju lahan dan karakteristik tanah yang digunakan untuk budidaya.


Menurut Mulki, kondisi jalan menuju perkebunan menjadi salah satu persoalan yang cukup menyulitkan aktivitas di lapangan. Akses yang kurang memadai dapat menghambat mobilitas menuju lahan, termasuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemeliharaan kebun.


Selain infrastruktur, kondisi tanah juga menjadi perhatian. Mulki menyebut karakter tanah liat di lahan yang dikelola CV Karya Amalia membutuhkan penanganan khusus agar kegiatan budidaya dapat berjalan secara optimal. Kondisi tersebut membuat pengelolaan lahan tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama seperti pada lahan dengan karakteristik tanah berbeda.


Atas berbagai persoalan tersebut, Mulki berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih nyata kepada pelaku usaha perkebunan. Menurutnya, pengembangan kebun benih sebaiknya tidak hanya berorientasi pada penyediaan bibit, tetapi juga mempertimbangkan berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi petani maupun pelaku usaha di tingkat lapangan.


Dukungan terhadap infrastruktur dan pengelolaan lahan dinilai dapat membantu pengembangan kebun tebu berjalan lebih optimal. Jika berbagai kendala tersebut dapat ditangani, produktivitas perkebunan diharapkan meningkat dan pada akhirnya ikut mendorong penguatan produksi gula nasional.


Mulki juga berharap Indonesia dapat mencapai swasembada gula. Menurutnya, target tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, petani dan pelaku usaha perkebunan. Masing-masing pihak memiliki peran penting, mulai dari penyediaan benih berkualitas hingga pengelolaan lahan dan penguatan infrastruktur perkebunan.


Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian sebelumnya menyebut pengembangan Kebun Benih Datar (KBD) tebu sebagai salah satu strategi untuk menyediakan benih unggul bermutu guna mendukung peningkatan produktivitas dan rendemen tebu rakyat.


Salah satu varietas yang dikembangkan dalam program tersebut adalah Panjalu. Penguatan kebun benih diharapkan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan bahan tanam, tetapi juga mendukung keberlanjutan produksi gula sekaligus meningkatkan posisi petani dan pelaku usaha dalam industri pergulaan nasional.


Bagi Mulki, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada dukungan yang diberikan hingga tingkat kebun. Persoalan seperti akses jalan dan kondisi lahan perlu mendapat perhatian agar berbagai program pengembangan tebu dapat memberikan hasil yang lebih maksimal. Upaya mencapai swasembada gula pada akhirnya tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan program di tingkat nasional.


Ketersediaan benih berkualitas, infrastruktur yang memadai, pengelolaan lahan yang sesuai serta sinergi antara pemerintah, petani dan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk membangun industri gula yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News