Budidaya Tebu Produktif, Petani Wajib Perhatikan Lima Faktor Ini
KebunNews.com – Dalam laporan Food and Agriculture Organization (FAO) mengenai budidaya tebu, tanaman ini membutuhkan panas dan paparan sinar matahari tinggi selama masa pertumbuhan. Data tersebut diolah lebih lanjut oleh Vasyl Cherlinka, ilmuwan EOS Data Analytics, yang menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya air untuk menunjang produktivitas tebu.
Dikutip Senin (14/9/2026), suhu sekitar 32 derajat Celsius dinilai optimal selama sebagian besar pertumbuhan tebu. Ketika memasuki fase pematangan, suhu yang sedikit lebih rendah dapat membantu meningkatkan akumulasi gula. Sebaliknya, kondisi beku sangat tidak sesuai bagi tanaman tebu.
Air juga menjadi penentu produktivitas. Selama musim tanam, tebu membutuhkan sekitar 1.500-2.500 milimeter curah hujan, atau rata-rata 25-50 milimeter per minggu. Kekurangan air dapat memperlambat pertumbuhan dan menurunkan kadar gula. Karena itu, lahan dengan curah hujan rendah membutuhkan dukungan irigasi.
Namun, petani juga harus menghindari kelebihan air. Tanah yang terlalu basah dapat menghambat pertumbuhan, meningkatkan risiko penyakit jamur dan pembusukan, serta menurunkan kadar gula. Sistem drainase yang baik menjadi keharusan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi.
Dari sisi lahan, tebu membutuhkan tanah yang lembap tetapi tidak tergenang, memiliki aerasi dan drainase baik, serta kedalaman efektif sekitar satu meter. pH ideal berada di kisaran 6-6,5. Petani juga perlu mewaspadai salinitas karena kadar garam tinggi dapat menyebabkan tanaman layu, pertumbuhan terhambat hingga kematian.
Sementara itu, pemupukan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Tebu membutuhkan bahan organik serta unsur nitrogen dan kalium dalam jumlah tinggi, sedangkan kebutuhan fosfat relatif lebih rendah. Saat memasuki fase pematangan, penggunaan nitrogen perlu dikendalikan agar pembentukan gula lebih optimal.
Penerapan teknologi berbasis data dapat membantu petani memantau kebutuhan air, pupuk, gulma, hama, dan penyakit secara lebih akurat. Dengan pengelolaan tersebut, efisiensi biaya dapat ditingkatkan sekaligus mendorong produktivitas dan keberlanjutan budidaya tebu.
Dengan pengelolaan air yang efisien, kondisi tanah yang sesuai, pemupukan berimbang, serta dukungan teknologi, peluang menghasilkan tebu dengan produktivitas dan kadar gula lebih tinggi semakin terbuka. Kunci keberhasilan berada pada ketepatan pengelolaan sejak tanaman mulai tumbuh hingga memasuki masa panen.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles