Bawang di Rumah Cepat Busuk? Perhatikan 3 Hal Ini
KebunNews.com – Bawang merah dan bawang putih menjadi bahan yang hampir selalu tersedia di dapur rumah tangga Indonesia. Keduanya digunakan sebagai bumbu dasar berbagai masakan, mulai dari tumisan, sambal hingga makanan berkuah.
Namun, bawang yang disimpan terlalu lama bisa mengalami kerusakan, terutama jika kondisi penyimpanannya tidak tepat. Penanganan setelah panen dan lingkungan tempat penyimpanan turut menentukan kualitas serta daya simpan bawang.
Informasi Kementerian Pertanian melalui BRMP Pascapanen dan Pustaka BPPSDMP yang dikutip Selasa (2/9/26) menyebutkan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar bawang tetap terjaga kualitasnya selama penyimpanan.
1. Hindari Tempat yang Lembap
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi tempat penyimpanan. Bawang sebaiknya tidak diletakkan di tempat yang terlalu lembap karena dapat meningkatkan risiko kerusakan pada umbi.
Untuk bawang putih, Kementerian Pertanian juga menyarankan penyimpanan di tempat dengan ventilasi yang baik. Kondisi gelap dan lembap perlu dihindari karena dapat memicu penyakit pada umbi. Karena itu, bawang sebaiknya ditempatkan di area yang kering, memiliki sirkulasi udara cukup, dan tidak mudah terkena air.
2. Pastikan Bawang Sudah Kering
Hal kedua adalah memastikan bawang dalam kondisi cukup kering sebelum disimpan. Proses pengeringan menjadi bagian penting dalam penanganan pascapanen, terutama pada bawang putih. Pengeringan ini dilakukan untuk mengurangi kadar air pada umbi sebelum memasuki tahap penyimpanan.
Setelah dikeringkan, bawang juga dapat disortir untuk memisahkan umbi yang kondisinya kurang baik. Bawang yang sudah rusak atau menunjukkan tanda kerusakan sebaiknya tidak dicampur dengan bawang yang masih berkualitas.
3. Perhatikan Sirkulasi Udara
Bawang juga membutuhkan sirkulasi udara yang baik selama penyimpanan. Karena itu, bawang sebaiknya tidak disimpan dengan cara yang membuat udara terperangkap dan kelembapan menumpuk.
Kementerian Pertanian mencatat bahwa pengemasan bawang putih perlu memperhatikan kelancaran sirkulasi udara untuk mencegah penumpukan gas dan menjaga kondisi umbi.
Untuk penyimpanan dalam jumlah besar, teknologi pascapanen seperti instore drying atau rumah bawang juga telah dikembangkan pada bawang merah.
Teknologi tersebut menggabungkan proses pengeringan dan penyimpanan dengan pengaturan suhu serta kelembapan agar kualitas bawang lebih terjaga.
Selain tiga hal tersebut, pemeriksaan secara berkala juga penting dilakukan. Bawang yang mulai menunjukkan tanda kerusakan sebaiknya segera dipisahkan agar tidak memengaruhi bawang lainnya.
Dengan memperhatikan kondisi tempat penyimpanan, memastikan bawang cukup kering, serta menjaga sirkulasi udara, bawang di rumah dapat lebih terjaga kualitasnya dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Sumber: Kementerian Pertanian melalui BRMP Pascapanen dan Pustaka BPPSDMP
Komentar (0)
Belum ada komentar.