Bukan Cuma Soal Iklim, Ini Deretan Ancaman Produksi Beras Indonesia

Berita 01 Sep 2026 23:53 3 min read 80 views By Ilyatul Fitria Ma'rifatin Nasikhah

Share berita ini

Bukan Cuma Soal Iklim, Ini Deretan Ancaman Produksi Beras Indonesia
Beras yang tersedia hari ini belum tentu menjamin kebutuhan pangan di masa mendatang. Perubahan iklim, keterbatasan sarana produksi, hingga regenerasi petani menjadi pekerjaan yang perlu disiapkan sejak sekarang.

KebunNews.com – Keberlanjutan produksi beras di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin beragam. Perubahan iklim, alih fungsi lahan, degradasi tanah, keterbatasan sarana produksi, serta rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian menjadi sejumlah persoalan yang perlu diantisipasi untuk menjaga ketersediaan beras dalam jangka panjang.


Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPW PERHIPTANI DIY sekaligus Komisi Teknis Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Asikin Chalifah dikutip Rabu (2/9/26).


Ia mengatakan, Pertanian memiliki posisi strategis karena tidak hanya berkaitan dengan penyediaan pangan, tetapi juga menjadi sumber lapangan pekerjaan dan pendapatan bagi petani serta salah satu penggerak perekonomian nasional.


Namun, keberlanjutan produksi tidak bisa dilepaskan dari berbagai perubahan yang terjadi di sektor pertanian. Fenomena El Nino dan La Nina, misalnya, dapat memengaruhi kondisi pertanaman dan pola produksi. Di tingkat usaha tani, petani juga masih menghadapi keterbatasan benih, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), akses permodalan, serta teknologi.


Persoalan lahan juga menjadi perhatian. Alih fungsi lahan pertanian dan degradasi tanah dapat mengurangi kapasitas produksi apabila tidak diimbangi dengan upaya optimalisasi lahan dan pengelolaan yang tepat. Di tengah kondisi tersebut, regenerasi petani menjadi tantangan tersendiri.


"Rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian perlu mendapat perhatian karena keberlangsungan sektor pertanian pada akhirnya membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola lahan sekaligus mengikuti perkembangan teknologi." ungkapnya.


Untuk memperkuat produksi, salah satu langkah yang didorong adalah intensifikasi pertanian melalui peningkatan indeks pertanaman padi. Pemanfaatan lahan secara lebih optimal dinilai dapat membantu meningkatkan produktivitas tanpa hanya bergantung pada pembukaan lahan baru.


Upaya tersebut perlu dibersamai dengan dukungan infrastruktur dan sarana produksi. Jaringan irigasi, jalan pertanian, benih, pupuk, alsintan, serta akses terhadap teknologi menjadi bagian yang saling berkaitan dalam mendukung kegiatan produksi di lapangan.


Asikin juga menyoroti penguatan Brigade Pangan dan Cetak Sawah Rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas produksi pertanian. Kelembagaan petani juga perlu diperkuat agar berbagai dukungan yang diberikan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih efektif.


Selain meningkatkan jumlah produksi, penerapan pertanian presisi menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan. Pemanfaatan teknologi diharapkan membantu petani mengambil keputusan berdasarkan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman sehingga penggunaan sumber daya dapat dilakukan secara lebih efisien.


Penguatan produksi beras memiliki arti penting bagi ketahanan pangan nasional. Swasembada beras tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dalam negeri, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor, membantu menjaga stabilitas harga, menghemat devisa, sekaligus memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan pasar ekspor.


Maka dari itu, menjaga ketersediaan beras tidak cukup hanya dilakukan ketika terjadi kekurangan pasokan. Persiapan produksi perlu dilakukan sejak dari lahan, sarana produksi, infrastruktur, teknologi, hingga sumber daya manusia yang akan melanjutkan sektor pertanian.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News