Harga CPO dan PKO Terbaru Agustus 2026, CPO Masih di Atas Rp15 Ribu
Kebunnews.com - Harga crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) masih bergerak di tengah dinamika produksi, ekspor dan konsumsi minyak sawit nasional. Dikutip dari Agricom, Selasa (25/8/2026), harga CPO KPBN Inacom pada perdagangan 24 Agustus 2026 tercatat mencapai Rp15.844 per kilogram.
Angka tersebut menunjukkan harga CPO masih berada pada level yang relatif tinggi di pasar domestik. Sementara itu, harga referensi CPO yang ditetapkan Kementerian Perdagangan untuk periode Agustus 2026 berada di angka US$996,52 per metrik ton. Nilai tersebut turun 0,44 persen dibandingkan harga referensi bulan sebelumnya.
Pergerakan harga tersebut berlangsung ketika produksi minyak sawit Indonesia mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi CPO pada Juni 2026 mencapai 4,823 juta ton, naik 8,59 persen dibandingkan Mei yang berada di angka 4,165 juta ton.
Produksi palm kernel oil (PKO) juga meningkat. Pada periode yang sama, produksi PKO naik dari 387 ribu ton pada Mei menjadi 449 ribu ton pada Juni 2026. Dengan demikian, produksi CPO dan PKO secara keseluruhan mencapai sekitar 5,277 juta ton pada Juni.
Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, mengatakan kenaikan produksi tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya konsumsi domestik dan ekspor produk sawit.
“Produksi juga mengalami kenaikan dsri 387 ributon padaMei menjadi 449 ribu ton pada Juni 2026," kata Mukti Sardjono, dikutip dari laporan GAPKI, Rabu (26/8/2026).
Kenaikan produksi belum serta-merta membuat harga CPO turun tajam. Permintaan dari dalam negeri, terutama untuk kebutuhan biodiesel, masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyerapan minyak sawit. Selain CPO, PKO juga memiliki nilai ekonomi penting karena menjadi bahan baku berbagai industri.
Minyak yang berasal dari inti sawit tersebut banyak dimanfaatkan dalam industri pangan, oleokimia, kosmetik hingga produk turunan lainnya. Pergerakan harga CPO dan PKO juga berkaitan dengan kondisi pasar global. Perubahan harga minyak nabati lain, kebijakan energi, permintaan ekspor serta kondisi produksi dapat memengaruhi arah harga sawit.
Dengan produksi yang kembali meningkat dan harga CPO yang masih berada di level tinggi, perkembangan pasar CPO dan PKO menjadi perhatian bagi pelaku industri maupun pekebun. Kondisi tersebut juga menunjukkan pentingnya menjaga produktivitas kebun sekaligus memperkuat penyerapan sawit di dalam negeri.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles