Kurangi Food Waste, Langkah Sederhana Memperkuat Ketahanan Pangan

Gaya Hidup 01 Sep 2026 23:57 2 min read 77 views By Ilyatul Fitria Ma'rifatin Nasikhah

Share berita ini

Kurangi Food Waste, Langkah Sederhana Memperkuat Ketahanan Pangan
Pangan yang cukup belum tentu berarti masyarakat sudah benar-benar aman secara pangan. Harga yang sulit dijangkau, distribusi yang tidak merata, hingga makanan yang terbuang masih menjadi bagian dari persoalan yang perlu diselesaikan.

KebunNews.com – Ketahanan pangan hingga tingkat rumah tangga tidak hanya bergantung pada ketersediaan beras. Kemampuan masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau, mutu yang baik, aman dikonsumsi, serta memiliki kandungan gizi yang cukup juga menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan pangan terpenuhi.


Hal tersebut disampaikan Ir. Asikin Chalifah, Ketua DPW PERHIPTANI DIY dan Komisi Teknis Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) DIY, dikutip Rabu (2/9/26). Ia menjelaskan pemenuhan pangan perlu memperhatikan prinsip beragam, bergizi seimbang, dan aman atau B2SA.


Ketahanan pangan sendiri mencakup sejumlah aspek yang saling berkaitan, yakni ketersediaan, distribusi, stabilisasi, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan oleh masyarakat.


Artinya, beras yang tersedia dalam jumlah cukup belum otomatis menyelesaikan persoalan apabila masyarakat kesulitan memperolehnya atau harga tidak sesuai dengan kemampuan daya beli. Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah volatilitas harga pangan.


Perubahan harga dapat memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika terjadi kenaikan pada komoditas pangan yang menjadi kebutuhan utama.


Karena itu, kebijakan harga dan distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga keterjangkauan pangan. Upaya stabilisasi, termasuk melalui operasi pasar ketika diperlukan, dapat dilakukan untuk membantu menjaga harga agar tetap berada dalam kondisi yang dapat dijangkau masyarakat.


Di sisi lain, Indonesia juga masih menghadapi ketergantungan terhadap sejumlah komoditas pangan impor. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan sumber pangan dari dalam negeri sekaligus mendorong masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada satu jenis pangan.


Diversifikasi pangan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan. Pengembangan pangan lokal sesuai potensi masing-masing daerah dapat menjadi alternatif untuk memperkaya pilihan konsumsi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap komoditas tertentu.


Menurut Asikin, persoalan pangan juga perlu dilihat dari aspek mutu dan keamanan. Pangan yang tersedia harus aman dikonsumsi dan memenuhi kualitas yang dibutuhkan masyarakat. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan pangan tidak semata-mata mengejar jumlah, tetapi juga memperhatikan kualitas pangan yang dikonsumsi.


Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah tingginya pemborosan pangan atau food waste. Pangan yang sudah diproduksi dan tersedia tetapi akhirnya terbuang menunjukkan adanya persoalan pada tahap pemanfaatan dan konsumsi. Pengurangan food waste karena itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.


Masyarakat dapat berperan dengan mengelola pangan secara lebih bijak, menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan, serta memanfaatkan makanan agar tidak berakhir sebagai limbah. Pada akhirnya, ketahanan pangan membutuhkan keterhubungan antara produksi dan konsumsi.


Produksi pertanian yang kuat perlu didukung distribusi yang baik, kebijakan harga yang tepat, pangan yang aman dan bermutu, serta pola konsumsi masyarakat yang lebih beragam dan tidak boros.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News