3,02 Juta Ton Gula Diproyeksi Diproduksi Tahun Ini, Swasembada Makin Dekat

Budidaya 01 Sep 2026 00:31 2 min read 76 views By Ilyatul Fitria Ma'rifatin Nasikhah

Share berita ini

3,02 Juta Ton Gula Diproyeksi Diproduksi Tahun Ini, Swasembada Makin Dekat
Produksi Gula Kristal Putih 2026 diproyeksikan mencapai 3,02 juta ton, naik 13,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

KebunNews,com – Gula menjadi salah satu bahan yang hampir selalu tersedia di seluruh rumah. Di balik kebutuhan sederhana tersebut, ada tanaman tebu yang menjadi bahan baku utama. Pemerintah kini mempercepat peremajaan dan perluasan lahan tebu untuk mengejar swasembada gula dalam waktu dua tahun.


Percepatan itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, pada Rabu (26/8).


Pemerintah mendorong pembukaan area tebu baru sekaligus mengganti tanaman lama yang produktivitasnya sudah menurun. Target swasembada gula sebelumnya diproyeksikan dapat dicapai dalam empat tahun. Namun, target tersebut kini ingin dipercepat menjadi dua tahun melalui program peremajaan tebu sekitar 100 ribu hektare per tahun.


Di Lampung sendiri, pengembangan areal tebu baru disebut telah mencapai sekitar 30 ribu hektare. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan bahan baku bagi industri gula sekaligus meningkatkan produksi nasional.


Persoalannya bukan hanya soal luas lahan. Kementan menyebut sekitar 86 persen tanaman tebu rakyat atau plasma saat ini membutuhkan peremajaan. Untuk itu, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk membongkar tanaman lama dan menggantinya dengan tanaman baru.


“Kalau itu terjadi, insya Allah kebutuhan white sugar bisa cukup, bahkan lebih,” ujar Amran dikutip dari situs Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Selasa (1/9/26).


Upaya yang dilakukan mulai terlihat dari perkembangan produksi gula nasional. Berdasarkan Taksasi Tengah Giling 2026, produksi Gula Kristal Putih (GKP) diperkirakan mencapai 3,02 juta ton, naik sekitar 13,1 persen dibandingkan produksi 2025 yang mencapai 2,67 juta ton.


Pada tahun yang sama, luas area tebu diperkirakan mencapai 585.390 hektare dengan produksi tebu sekitar 40,20 juta ton. Rendemen atau tingkat perolehan gula dari tebu juga meningkat menjadi 7,51 persen.


Pemerintah menilai peningkatan produktivitas menjadi kunci untuk mencapai target tersebut. Selain membuka lahan baru, langkah yang didorong mencakup peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, perbaikan budidaya, peningkatan rendemen, hingga penguatan kerja sama antara pekebun dan pabrik gula.


Bagi masyarakat, keberhasilan program ini nantinya bukan hanya terlihat dari angka produksi di sektor perkebunan. Hasil akhirnya diharapkan dapat memperkuat pasokan gula dalam negeri sehingga kebutuhan gula konsumsi semakin banyak dipenuhi dari produksi nasional.


Sementara bagi pekebun, peremajaan tanaman diharapkan dapat mengembalikan produktivitas kebun yang sudah menurun. Artinya, upaya mengejar swasembada gula juga diarahkan untuk memperkuat keberlanjutan usaha petani tebu.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News