Kulit hingga Daun Kakao Ada Nilai Jual, Dewan Kakao Indonesia Dorong Konsep Minim Limbah

Budidaya 15 Sep 2026 19:55 2 min read 7 views By Nadia Riski Septiani

Share berita ini

Kulit hingga Daun Kakao Ada Nilai Jual, Dewan Kakao Indonesia Dorong Konsep Minim Limbah
Tanaman kakao memiliki potensi menghasilkan nilai ekonomi dari berbagai bagian, tidak hanya bijinya. Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia Soetanto Abdoellah mendorong konsep satu tanaman, banyak produk, minim limbah dengan memanfaatkan kulit buah, kulit biji, daun hingga sisa pangkasan menjadi kompos, pakan, pewarna alami, karbon aktif dan produk lainnya. Pemanfaatan tersebut dinilai dapat mengurangi limbah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku usaha dan petani kakao.

KebunNews.com – Tanaman kakao tidak hanya menghasilkan biji sebagai bahan baku cokelat. Kulit buah, kulit biji, daun hingga sisa pangkasan juga memiliki peluang untuk dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.


Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia, Soetanto Abdoellah, mendorong pemanfaatan seluruh bagian tanaman tersebut melalui konsep satu tanaman, banyak produk, minim limbah.


Hal tersebut disampaikan Soetanto dalam webinar “Prospek Bisnis Usaha Kreatif Pengolahan Kakao” pada Selasa (15/9/26) yang membahas peluang diversifikasi kakao menjadi berbagai produk bernilai tambah.


Menurut Soetanto, kakao perlu dikembangkan tidak hanya untuk menghasilkan produk pangan, tetapi juga berbagai produk nonpangan dari bagian tanaman yang selama ini belum banyak dimanfaatkan. Kulit buah kakao, misalnya, dapat dimanfaatkan menjadi kompos, pupuk organik dan pakan ternak.


Bagian tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi pektin, karbon aktif, bahan sabun hingga produk lainnya. Sementara itu, kulit biji dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak maupun ikan. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan pengujian nutrisi dan keamanan. Bagian tanaman lainnya, yakni daun kakao, juga memiliki peluang pemanfaatan.


Daun dapat diekstrak menjadi pewarna alami untuk produk seperti ecoprint. Adapun sisa ranting dan pangkasan tanaman kakao juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Contoh Pemanfaatan Sudah Berjalan Pemanfaatan hasil samping kakao bukan hanya sebatas peluang.


Soetanto mencontohkan penggunaan daun kakao sebagai pewarna alami untuk ecoprint yang telah dilakukan di Gunung Kidul. Ia juga menyebut kulit buah kakao telah dimanfaatkan sebagai elemen produk. Bahkan, terdapat produk olahan dari kulit buah kakao yang disebut telah dipasarkan hingga Jepang.


Namun, pengembangan produk berbasis hasil samping kakao tetap membutuhkan perhatian terhadap standar dan keamanan, terutama apabila produk tersebut akan digunakan sebagai bahan pangan. Untuk produk yang digunakan sebagai pangan, proses pengolahan perlu dilakukan sesuai SOP dan memperhatikan standar keamanan.


Konsep pemanfaatan seluruh bagian tanaman tersebut membuka peluang untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan sumber nilai ekonomi baru dari perkebunan kakao. Dengan pendekatan minim limbah, satu tanaman kakao dapat menghasilkan berbagai produk dan membuka peluang usaha di luar penjualan biji.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News