Gaya Hidup Sehat Global Dongkrak Potensi Minyak Atsiri Nusantara

Berita 02 Nov 2026 12:00 • 1 min read • 8 views • By Rochma Efridaningrum

Share berita ini

Gaya Hidup Sehat Global Dongkrak Potensi Minyak Atsiri Nusantara
Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan bahwa Indonesia berpeluang memimpin industri flavor, fragrance, dan wellness berbasis bahan alam. Pemerintah pun tengah mengembangkan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) di Bali sebagai pusat inovasi, pelatihan, dan inkubasi bisnis produk.

KebunNews.com - Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan kini memicu pergeseran dalam gaya hidup modern. Salah satunya terlihat dari maraknya penggunaan produk berbasis minyak atsiri (essential oil), seperti parfum alami, aromaterapi, dan losion perawatan tubuh.


Konsumen bahkan tak ragu merogoh kocek lebih dalam untuk membeli produk berkualitas tinggi. Kuatnya antusiasme belanja konsumen terhadap produk minyak atsiri tersebut berdampak langsung pada nilai pasar internasional. Laporan Grand View Research mencatat nilai perdagangan produk minyak atsiri dunia berhasil menembus USD 28,2 miliar pada 2025.


Hal ini tentu membuka peluang besar bagi produk minyak atsiri Nusantara di pasar internasional. Apalagi, kekayaan flora tropis Indonesia menghasilkan berbagai komoditas unggulan yang diminati dunia, mulai dari cengkih, serai wangi, nilam, pala, hingga kayu putih.


Melihat potensi tersebut, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan bahwa Indonesia berpeluang memimpin industri flavor, fragrance, dan wellness berbasis bahan alam. Pemerintah pun tengah mengembangkan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) di Bali sebagai pusat inovasi, pelatihan, dan inkubasi bisnis produk.


“Pengembangan PFF di Bali menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi minyak atsiri nasional agar tidak diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti parfum, aromaterapi, produk spa, kosmetik, hingga produk rumah tangga berbasis bahan alam,” ujarnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News