Harga Sawit di Kolaka Terbaru: Update TBS & Tips Petani 2026

Berita 28 Aug 2026 00:03 2 min read 113 views By Zulrajab Fajar Arifin

Share berita ini

Harga Sawit di Kolaka Terbaru: Update TBS & Tips Petani 2026
Harga sawit di Kolaka terbaru berada di kisaran Rp3.481 per kilogram, mengikuti harga TBS Sulawesi Tenggara periode 17–23 Agustus 2026 berdasarkan data APKASINDO. Simak update harga TBS sawit Kolaka 2026 serta tips agar petani dapat memperoleh harga jual yang lebih optimal.

KebunNews.com - ‎Harga sawit di Kolaka kembali menjadi perhatian petani dan pengepul. Kisaran harga TBS di wilayah ini saat ini berada di level sekitar Rp3.481 per kilogram, mengikuti pergerakan harga CPO nasional. ‎


‎Berdasarkan ranking harga TBS nasional periode 17–23 Agustus 2026 yang dirilis Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Sulawesi Tenggara tercatat di kisaran Rp3.481 per kilogram dan menempati posisi ke-13 dari 22 provinsi. ‎


Pada periode sebelumnya (10–16 Agustus 2026), harga TBS Sulawesi Tenggara juga berada di level yang sama, yakni Rp3.481 per kilogram, dengan posisi ranking ke-12. Sementara pada periode akhir Juli 2026, harga TBS di Sulawesi Tenggara masih berada di kisaran Rp3.328 per kilogram.


‎Di sekitar Kolaka sendiri, harga di tingkat petani dan pengepul lokal biasanya sedikit lebih rendah dibanding penetapan pabrik. Selisih ini muncul karena biaya angkut, sortasi, dan margin perantara. Kualitas buah dan jarak kebun ke pabrik juga sangat memengaruhi harga yang diterima petani.


‎Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga sawit di Kolaka antara lain pergerakan harga CPO nasional dan global, kualitas buah, volume pasokan saat panen, serta biaya transportasi. ‎ ‎Ketika harga CPO menguat, harga TBS di tingkat petani biasanya ikut naik dalam beberapa hari.


Sebaliknya, pelemahan CPO sering membuat harga di lapangan turun. ‎ ‎Harga kelapa sawit ditetapkan secara berkala oleh Dinas Perkebunan dengan mempertimbangkan umur tanaman dan harga CPO.


Klasifikasi umur tanaman sangat menentukan harga jual Tandan Buah Segar (TBS) karena memengaruhi rendemen minyak yang dihasilkan. ‎ ‎Tanaman berumur 10 hingga 20 tahun umumnya mendapat harga tertinggi karena produktivitas dan rendemen minyaknya paling optimal, sedangkan tanaman muda biasanya dihargai lebih rendah. ‎


‎Harga sawit memang tidak pernah statis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Petani yang rutin memantau pergerakan CPO, menjaga kualitas buah, serta membandingkan harga antar pabrik biasanya lebih siap mengambil keputusan dan berpeluang mendapat harga yang lebih baik.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News