Penyakit Tanaman Karet saat Musim Hujan Meningkat, Pekebun Perlu Waspada

Berita 26 Oct 2026 13:00 • 3 min read • 27 views • By Nadia Riski Septiani

Share berita ini

Penyakit Tanaman Karet saat Musim Hujan Meningkat, Pekebun Perlu Waspada
Hujan Terus-menerus Ganggu Penyadapan Karet, Pekebun Diminta Sesuaikan Jadwal dan Lindungi Bidang Sadap. Kementan imbau mitigasi sejak dini; pelindung hujan dan pemeriksaan bidang sadap jadi langkah yang disarankan.

KebunNews.com – Curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu penyadapan karet, terutama saat air masih membasahi batang dan bidang sadap. Kondisi ini berpotensi mengurangi hasil lateks yang tertampung, menurunkan kualitas bahan olah karet, dan menghambat jadwal kerja pekebun.


Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam publikasinya pada 16 Oktober 2026 mengingatkan, wilayah dengan curah hujan tinggi perlu mengantisipasi gangguan panen dan risiko penyakit tanaman. Untuk komoditas karet, kegiatan penyadapan perlu disesuaikan dengan kondisi hujan agar produktivitas tetap terjaga.


Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto menegaskan pentingnya langkah antisipasi sesuai kondisi di lapangan.
“Mitigasi perlu dilakukan sejak dini dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah serta kebutuhan komoditas,” ujar Heru dalam keterangan resmi Kementan, 16 Oktober 2026.


Hujan Turunkan Hasil dan Kualitas Lateks


Pada tanaman karet, air hujan yang mengalir melalui batang dapat membasahi bidang sadap dan mengganggu aliran lateks menuju mangkuk penampung. Jika penyadapan dilakukan saat bidang sadap masih basah, lateks berisiko tercampur air atau tidak tertampung secara optimal.


Artikel edukasi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Kotabumi yang terbit pada 20 Juni 2022 menyebutkan, bidang sadap bisa tetap basah selama beberapa jam setelah hujan. Publikasi itu juga menjelaskan bahwa lateks yang tercampur air berpotensi menghasilkan bahan olah karet dengan kadar karet kering lebih rendah.


Karena itu, pekebun perlu memperhatikan kondisi batang dan bidang sadap, tidak hanya mengandalkan jadwal rutin. Jika hujan masih turun atau permukaan sadap belum kering, penyadapan sebaiknya ditunda hingga kondisi memungkinkan.


Pelindung Hujan Bantu Jaga Bidang Sadap


Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah memasang pelindung hujan (rain guard) pada pohon karet. Alat ini mengurangi paparan air hujan langsung sehingga bidang sadap lebih terjaga kekeringannya.


Penggunaan pelindung hujan juga disebut sebagai salah satu upaya menekan kehilangan hasil akibat anomali cuaca dalam artikel penelitian berjudul “Tantangan Budidaya Karet dalam Kondisi Perubahan Iklim Global” di jurnal Warta Perkaretan. Artikel tersebut ditulis Junaidi dari Balai Penelitian Sungai Putih, Pusat Penelitian Karet.


Pemasangan pelindung perlu dilakukan dengan benar dan disesuaikan dengan kondisi pohon serta sistem penyadapan yang digunakan. Pekebun juga perlu memeriksa pelindung secara berkala agar tetap berfungsi dan tidak mengganggu aliran lateks.


Waspadai Kering Alur Sadap


Selain mengantisipasi air hujan, pekebun perlu rutin memeriksa kulit batang dan bidang sadap. Penyadapan terlalu sering, penggunaan stimulan berlebihan, dan pengelolaan bidang sadap yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko kering alur sadap (KAS).


Menurut laman Sistem Informasi Tanaman Perkebunan (SinTa) Ditjen Perkebunan, KAS ditandai dengan berkurangnya atau berhentinya aliran lateks pada sebagian maupun seluruh alur sadap. Salah satu cara pengendaliannya adalah menurunkan intensitas penyadapan pada pohon yang mulai menunjukkan gejala tersebut.


Pekebun juga disarankan menjaga kebersihan kebun, memantau gejala penyakit, dan menyesuaikan penyadapan dengan cuaca. Bila ditemukan kerusakan bidang sadap atau penurunan aliran lateks yang tidak biasa, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan sebelum penyadapan dilanjutkan.


Antisipasi Sejak Dini


Pengelolaan penyadapan di musim hujan memerlukan penyesuaian jadwal, pemeriksaan bidang sadap, dan perlindungan dari air hujan. Langkah-langkah ini penting agar kehilangan hasil dapat ditekan dan mutu bahan olah karet tetap terjaga.


Dengan pemantauan rutin dan teknik penyadapan yang sesuai kondisi kebun, pekebun diharapkan dapat mengurangi dampak cuaca terhadap produksi karet. Upaya ini sejalan dengan imbauan Kementan agar mitigasi risiko cuaca dilakukan sejak dini sesuai kondisi wilayah dan kebutuhan komoditas.



Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News