Pengolahan Kakao Indonesia Meningkat, Tembus 112.628 Ton pada Kuartal III 2026

Berita 26 Oct 2026 08:00 • 2 min read • 44 views • By Gani Islahudin

Share berita ini

Pengolahan Kakao Indonesia Meningkat, Tembus 112.628 Ton pada Kuartal III 2026
Volume pengolahan kakao Indonesia meningkat menjadi 112.628 MT pada kuartal III 2026, mencerminkan ketahanan industri pengolahan kakao nasional di tengah dinamika pasar global.

KebunNews.com - Volume pengolahan atau grinding kakao Indonesia mencapai 112.628 metrik ton (MT) pada kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan kuartal I yang tercatat sebesar 84.844 MT dan kuartal II sebanyak 110.410 MT.


Peningkatan volume pengolahan kakao ini menunjukkan ketahanan industri pengolahan kakao nasional di tengah dinamika pasar kakao global. Data grinding menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan industri pengolahan kakao di Indonesia.


Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia–Cocoa Sustainability Partnership (ASKINDO-CSP), Jeffrey Haribowo, menyambut baik publikasi data pengolahan kakao yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Menurut Jeffrey, peningkatan volume pengolahan tersebut mencerminkan kemampuan industri kakao nasional untuk mempertahankan kinerjanya di tengah kondisi pasar global yang dinamis.


ASKINDO-CSP juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Industri Agro serta Direktorat Industri Minuman, Tembakau dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian, atas sinergi dalam mendorong peningkatan nilai tambah produk olahan kakao di dalam negeri.


Industri Kakao Didorong Tingkatkan Nilai Tambah Penguatan industri pengolahan kakao nasional menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing melalui peningkatan kapasitas industri, penyerapan biji kakao, serta pengembangan produk olahan bernilai tambah.


Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan industri kakao yang berdaya saing dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi seluruh pelaku dalam rantai nilai kakao.


ASKINDO-CSP menilai kolaborasi antara asosiasi dan pemerintah menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan industri pengolahan kakao nasional.


Dengan meningkatnya volume grinding pada kuartal III 2026, perkembangan industri pengolahan kakao Indonesia menjadi salah satu indikator yang dapat dicermati dalam upaya memperkuat sektor kakao di tengah perubahan kondisi pasar global.

Komentar (1)

Rubani
Plosokerep Bunder Patuk Gunungkidul
27 Oct 2026 21:52

Menggembirakan, perlu didukung usqha peningjatan produktifitas yg melibatkan peran petani, sqasta, pemerintah, tentunya dengan basis keuntungan yg merata.

Kebun News