Hujan Berkepanjangan Ganggu Penyadapan Karet, Pekebun Perlu Tahu Solusinya

Berita 26 Oct 2026 19:58 • 3 min read • 18 views • By Nadia Riski Septiani

Share berita ini

Hujan Berkepanjangan Ganggu Penyadapan Karet, Pekebun Perlu Tahu Solusinya
PerkebunanNews.com – Hujan yang turun terus-menerus bisa mengurangi hasil sadap karet. Air yang membasahi batang dan bidang sadap membuat lateks terca...

PerkebunanNews.com – Hujan yang turun terus-menerus bisa mengurangi hasil sadap karet. Air yang membasahi batang dan bidang sadap membuat lateks tercampur air atau tak tertampung dengan baik, sehingga kualitas bahan olah karet ikut turun dan jadwal kerja pekebun terganggu.


Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), dalam publikasi 16 Oktober 2026, mengingatkan wilayah dengan curah hujan tinggi agar mengantisipasi gangguan panen dan risiko penyakit tanaman. Khusus karet, penyadapan perlu disesuaikan dengan kondisi hujan agar produktivitas terjaga.


Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto menekankan pentingnya antisipasi sesuai kondisi di lapangan.
"Mitigasi perlu dilakukan sejak dini dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah serta kebutuhan komoditas," kata Heru dalam keterangan resmi Kementan, 16 Oktober 2026.


Mengapa Hujan Merugikan Pekebun?


Air hujan yang mengalir melalui batang membasahi bidang sadap dan mengganggu aliran lateks ke mangkuk penampung. Bila disadap saat masih basah, lateks berisiko tercampur air atau tidak tertampung optimal.


Artikel edukasi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Kotabumi, terbit 20 Juni 2022, menyebutkan bidang sadap bisa tetap basah beberapa jam setelah hujan. Lateks yang tercampur air juga berpotensi menghasilkan bahan olah karet dengan kadar karet kering lebih rendah.
Karena itu, pekebun disarankan tidak hanya mengandalkan jadwal rutin. Jika hujan belum reda atau permukaan sadap belum kering, penyadapan sebaiknya ditunda.
Pasang Pelindung Hujan
Salah satu opsi adalah memasang pelindung hujan (rain guard) pada pohon karet. Alat ini mengurangi paparan air langsung sehingga bidang sadap lebih terjaga kekeringannya.
Penggunaan pelindung hujan juga disebut dalam artikel penelitian "Tantangan Budidaya Karet dalam Kondisi Perubahan Iklim Global" di jurnal Warta Perkaretan. Artikel yang ditulis Junaidi dari Balai Penelitian Sungai Putih, Pusat Penelitian Karet, itu menyebut pelindung hujan sebagai upaya mengurangi kehilangan hasil akibat anomali cuaca.
Pemasangan harus tepat dan disesuaikan dengan kondisi pohon serta sistem sadap yang dipakai. Pelindung juga perlu diperiksa berkala agar tetap berfungsi dan tidak menghambat aliran lateks.
Waspadai Kering Alur Sadap
Selain air hujan, pekebun perlu rutin memeriksa kulit batang dan bidang sadap. Penyadapan terlalu sering, stimulan berlebihan, dan pengelolaan bidang sadap yang keliru dapat meningkatkan risiko kering alur sadap (KAS).
Menurut laman Sistem Informasi Tanaman Perkebunan (SinTa) Ditjen Perkebunan, KAS ditandai berkurangnya atau berhentinya aliran lateks pada sebagian atau seluruh alur sadap. Pengendaliannya antara lain dengan menurunkan intensitas penyadapan pada pohon yang mulai menunjukkan gejala.
Pekebun juga disarankan menjaga kebersihan kebun, memantau gejala penyakit, dan menyesuaikan penyadapan dengan cuaca. Jika ditemukan kerusakan bidang sadap atau aliran lateks menurun tidak wajar, lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum penyadapan dilanjutkan.
Antisipasi Sejak Dini
Pengelolaan sadap di musim hujan menuntut penyesuaian jadwal, pemeriksaan bidang sadap, dan perlindungan dari air hujan. Dengan begitu, kehilangan hasil dapat ditekan dan mutu bahan olah karet tetap terjaga.
Langkah ini sejalan dengan imbauan Kementan agar mitigasi risiko cuaca dilakukan sejak dini, sesuai kondisi wilayah dan kebutuhan komoditas.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News