Jambu Mete Tetap Berpotensi Jadi Komoditas Unggulan di Lahan Kering saat Musim Hujan
KebunNews.com – Meski musim hujan mulai tiba, jambu mete tetap berpotensi menjadi komoditas unggulan di lahan kering Indonesia. Tanaman ini mampu tumbuh di lahan marginal, tidak memerlukan banyak air, dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Jambu mete memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam sehingga mampu menyerap air dari lapisan tanah yang lebih bawah. Kemampuan ini membuat tanaman tetap bertahan dalam berbagai kondisi, termasuk saat kekeringan berlangsung lama.
Karena tidak memerlukan banyak air, jambu mete juga dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, termasuk tanah berbatu dan lahan marginal. Pada musim kemarau, proses pembungaan dan pembentukan buah justru terbantu, dan intensitas sinar matahari yang tinggi mendukung kualitas biji mete.
Karena itu, saat musim hujan, petani perlu memanfaatkan waktu untuk merawat tanaman agar siap berbunga dan berbuah optimal ketika kemarau tiba. Perawatan tersebut relatif mudah, meliputi pemupukan, pemangkasan cabang, pengendalian gulma, serta pengendalian hama dan penyakit.
Dari sisi ekonomi, biji jambu mete dapat diolah menjadi kacang mete yang banyak diminati masyarakat dan memiliki peluang ekspor yang besar. Buah semunya juga dapat dimanfaatkan menjadi produk olahan seperti jus, manisan, dan selai. Pemanfaatan ini menjadikan jambu mete komoditas yang dapat meningkatkan pendapatan petani di daerah lahan kering.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles