Kopi Simalungun, Berangkat dari Tanah Leluhur dan Identitas Lokal yang Tumbuh Menjadi Berkah

Berita 30 Oct 2026 12:00 • 5 min read • 43 views • By Sinta Safira Virginia

Share berita ini

Kopi Simalungun, Berangkat dari Tanah Leluhur dan Identitas Lokal yang Tumbuh Menjadi Berkah
PT Simalungun Lihoe Kopi mengembangkan potensi Kopi Simalungun melalui peningkatan kualitas dari hulu hingga hilir, pemberdayaan petani, serta perluasan jaringan pemasaran untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

KebunNews.com - Tumbuh subur di atas warisan tanah leluhur dengan ketinggian 900-1.400 mdpl, Kopi Simalungun hadir sebagai identitas lokal yang membawa keberkahan. Hal ini selaras dengan penyampaian Alamhudi Yudho Widagdo yang akrab disapa Edho selaku Direktur Utama PT Simalungun Lihoe Kopi.


Ia menyampaikan bahwa tanah Simalungun bukan sekadar tempat kopi tumbuh saja, tetapi merupakan warisan alam dan sumber penghidupan yang harus dijaga dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani kopi.


Dalam sesi wawancara yang berlangsung pada Selasa (27/10/2026), Edho mengatakan bahwa PT Simalungun Lihoe Kopi ikut menciptakan ekosistem kopi yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dan membuka peluang yang lebih baik bagi generasi berikutnya.


“Sesuai filosofi kami, “Dari Tanah Leluhur, Tumbuh Menjadi Berkah, Membawa Kemakmuran bagi Generasi,” tujuan kami bukan sekadar menjual kopi, tetapi mengembangkan potensi kopi Simalungun agar semakin dikenal dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan” ucap Edho.


Bagi PT Simalungun Lihoe Kopi, membangun bisnis kopi tidak cukup hanya dengan membeli hasil panen, mengolah, lalu menjualnya saja. Melainkan, harus dibarengi dengan kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani. Mulai dari proses penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan, hingga penanganan pascapanen yang baik agar kualitas kopi semakin meningkat.


“Kami percaya bahwa kualitas kopi yang baik harus dimulai dari kebun. Ketika petani memiliki pengetahuan yang lebih baik, kualitas hasil panen meningkat, dan akses pasar semakin terbuka, maka peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian juga semakin besar” ujar Edho.


Untuk mendapatkan kualitas kopi yang baik, salah satu hal paling penting adalah ketepatan waktu panen. Selain memiliki sertifikat indikasi geografis, kopi Simalungun terkenal dengan prinsip petik merah dimana memprioritaskan buah yang sudah matang dalam kondisi sehat dan terisi secara sempurna.


Edho juga mengatakan bahwa kunci bersaing di industri kopi adalah memiliki identitas yang kuat, menjaga kualitas dari hulu hingga hilir, dan membangun kepercayaan pasar melalui pengembangan jaringan pemasaran serta kemitraan secara bertahap.


Baginya, kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh jenis tanamannya saja, akan tetapi bagaimana cara kita memperlakukan buah kopi sejak dipetik hingga menjadi biji siap jual. “Di sisi lain, kami percaya bahwa daya saing kopi harus dibangun bersama petani melalui peningkatan pengetahuan dan kualitas hasil panen.


Dengan begitu, nilai tambah tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga oleh para petani” pungkas Edho. PT Simalungun Lihoe Kopi tak hanya mengantongi sertifikat indikasi geografis saja, namun sudah menerapkan metode dan SOP khusus terkait pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kopi.


Salah satunya penggunaan pestisida yang minim dan lebih memilih mempertimbangakan metode biologis seperti pengaplikasikan agen hayati yang sesuai untuk menjaga kualitas kopi. “Pestisida tetap dapat digunakan apabila memang diperlukan, tetapi harus berdasarkan identifikasi masalah, menggunakan produk yang terdaftar dan sesuai sasaran, serta mengikuti dosis dan petunjuk pada label.


Kami juga perlu memperhatikan keselamatan petani, lingkungan, dan mutu hasil panen” papar Edho. Saat ini kopi Simalungun hadir dalam varian Arabika dan Robusta dengan karakter cita rasa yang unik. Adapun untuk profil rasa dari Kopi Arabika Simalungun meliputi nuansa buah, lemon, bunga, jagung manis, hingga madu dan rempah.


Selain itu, kopi ini punya karakter keasaman yang bervariasi dengan kompleksitas dan keseimbangan rasa yang menarik. Sementara itu, Robusta memiliki karakter umum yang lebih kuat, dengan body yang tebal dan rasa pahit yang lebih menonjol. “Untuk saat ini kami sedang berfokus di Hulu untuk produk sampai di Greenbean.


Untuk hilir kita masih proses untuk turunan dari Greenbean, seperti roastbean, bubuk, dripbag dan produk turunan kopi lainnya” jelas Edho. Direktur Utama PT Simalungun Lihoe Kopi juga menjelaskan pengembangan pemasaran Kopi Simalungun yang sudah merambah ke pasar lokal & Nasional, kerja sama dengan UMKM dan pelaku usaha kopi, maupun melalui kanal pemasaran digital.


Selain itu, PT Simalungun Lihoe Kopi juga sedang memperluas jangkauan pasar secara bertahap hingga ke tahap ekspor untuk market Timur Tengah dan Eropa. Tidak hanya memperkenalkan produk kepada konsumen saja, namun juga membangun kerja sama dengan coffee shop, roastery, distributor, pelaku UMKM, bermitra dengan Starbuck, serta calon buyer yang membutuhkan pasokan kopi dengan kualitas dan spesifikasi yang sesuai.


Tidak lupa, ia juga memberikan beberapa tips untuk pemula yang ingin membudidayakan Kopi Simalungun. Mulai dari mengenali kondisi lahan lebih dulu, menggunakan bibit kopi dari varietas yang unggul, mempelajari cara perawatan tanaman kopi secara konsisten, hingga memperhatikan proses panen dan pascapanen.


“Bagi kami, keberhasilan perusahaan bukan hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari sejauh mana keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat di sekitarnya. Harapan kami, kopi Simalungun tidak hanya semakin dikenal luas, tetapi juga mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi para petani kopi” tambah Edho.


Di akhir sesi wawancara, Edho kembali menegaskan bahwa keberhasilan yang sesungguhnya tak hanya membuat Kopi Simalungun semakin dikenal dan dipasarkan lebih luas saja.


Melainkan, bagaimana caranya tanahnya tetap terjaga, petaninya semakin sejahtera, dan generasi penerus memiliki kesempatan untuk melanjutkan serta mengembangkan warisan tersebut. “Di PT Simalungun Lihoe Kopi, kami Juga membuka kesempatan kepada siapa saja untuk belajar/sharing ilmu dan bermitra terkait dengan kopi” kata Edho.


Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News