Kabar Baik Petani Tebu! Peremajaan Dipercepat demi Dongkrak Produksi Gula

Berita 28 Aug 2026 00:11 2 min read 78 views By Syahida Rizky Fadlillah

Share berita ini

Kabar Baik Petani Tebu! Peremajaan Dipercepat demi Dongkrak Produksi Gula
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mempercepat program swasembada gula melalui pembukaan areal tebu baru dan peremajaan tanaman tidak produktif. Langkah ini ditargetkan mampu meningkatkan produksi gula nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

KebunNews.com – Pemerintah mempercepat pengembangan tebu nasional untuk mengejar target swasembada gula. Strategi yang ditempuh meliputi pembukaan areal baru dan peremajaan tanaman tebu rakyat yang sudah tidak produktif.


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut target swasembada gula yang sebelumnya dipatok empat tahun dapat dipercepat menjadi dua tahun. Program tersebut didukung peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare setiap tahun.


Target empat tahun sebelumnya diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Mentan Amran saat Panen Raya Tebu di Malang (17/8/26) lalu.


“Tadi Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’,” ujar Presiden Prabowo.


Sementara itu, pengembangan areal tebu baru di Lampung telah mencapai sekitar 30 ribu hektare. Amran berharap produktivitasnya dapat mencapai 100 ton tebu per hektare.


“Moga-moga bisa (produksi) 100 ton satu hektare,” ujar Amran saat kunjungan kerja di Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Rabu (26/8/2026).


Selain membuka lahan baru, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk meremajakan tanaman tebu rakyat. Amran menyebut sekitar 86 persen tebu rakyat atau plasma membutuhkan peremajaan. “86 persen itu plasma, tebu rakyat yang tidak layak, dibongkar.


Sehingga Bapak Presiden perintahkan, kami diberi anggaran Rp1,7 triliun untuk membongkar plasma-plasma ini menjadi tebu baru,” katanya.


Berdasarkan Taksasi Tengah Giling 2026, produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional diperkirakan mencapai 3,02 juta ton, naik 13,1 persen dibandingkan 2025.


Dalam kunjungannya, Amran juga mengingatkan penebang tebu agar mengikuti SOP. Teknik tebang yang tepat dinilai berpengaruh terhadap rendemen dan produktivitas.


“Penebangan harus bersih, dekat dengan tanah, dan tidak merusak bonggol. Kalau semua kebun tebu kita terapkan SOP, produksi akan naik dan kita bisa kurangi impor gula,” tegasnya.


Pemerintah kini berharap peningkatan produktivitas, peremajaan tanaman, serta penguatan industri gula dapat mempercepat swasembada sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun tebu.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News