Jurus Rahasia Hilirisasi Tebu di KBD Penjalu, Petani Bisa Banjir Keuntungan

Berita 13 Aug 2026 01:02 2 min read 99 views By Ilyatul Fitria Ma'rifatin Nasikhah

Share berita ini

Jurus Rahasia Hilirisasi Tebu di KBD Penjalu, Petani Bisa Banjir Keuntungan
Dari benih hingga industri gula, penguatan hilirisasi tebu menjadi salah satu langkah yang diharapkan mampu membuka nilai tambah sekaligus mendorong terwujudnya swasembada gula.

KebunNews.com – Pengembangan tebu di KBD Penjalu, Jawa Barat, tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat rantai usaha dari penyediaan benih hingga industri gula.


Pengelola CV Karya Amalia, Mulki berharap program pemerintah dapat mendorong ketersediaan benih hingga surplus dan dilanjutkan dengan pengembangan calon petani dan calon lahan (CPCL) untuk memperkuat industri gula.


Menurut Mulki dan bapak iman selaku pemilik CV Karya Amalia penguatan dari sisi perbenihan menjadi bagian penting agar program swasembada gula tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi di lahan.


“Harapannya menjadi program yang benar-benar mewujudkan swasembada gula, artinya mulai dari benihnya memang kita bisa surplus kemudian nanti juga dikembangkan untuk CPCL sehingga industri gula pun akan bangkit, terutama di Jawa Barat,” ujarnya, dikutip dari Perkebunan TV, Kamis (13/08/26).


Ketersediaan benih yang mencukupi bahkan hingga surplus dinilai dapat menjadi dasar untuk memperluas pengembangan tebu. Pengembangan CPCL juga diharapkan mampu mendukung ketersediaan lahan dan bahan baku sehingga industri gula dapat tumbuh lebih kuat.


Namun, proses penanaman bibit di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya berasal dari kondisi tanah yang didominasi oleh tanah liat. Ketika musim hujan, kondisi tanah menjadi lebih sulit dikerjakan menggunakan mekanisasi karena tanah yang basah mudah menggumpal dan menempel pada roda mesin.


Kondisi tersebut membuat penggunaan mesin harus menunggu sampai tanah cukup kering sebelum kegiatan dapat kembali dilakukan. Sementara ketika hujan masih berlangsung, proses penanaman dilakukan secara manual agar pekerjaan di lahan tetap berjalan.


Selain kondisi tanah, akses menuju lahan juga menjadi tantangan bagi mereka. Beberapa titik memiliki akses yang cukup sulit sehingga traktor maupun mobil tidak dapat masuk ke lokasi. Kondisi ini juga menghambat mobilitas alat dan kendaraan yang dibutuhkan dalam kegiatan budidaya.


Karena itu, pengelola CV Karya Amalia berharap dukungan pemerintah juga memperhatikan persoalan infrastruktur. Perbaikan akses jalan menuju lahan akan sangat membantu memperlancar kegiatan budidaya serta memudahkan mobilitas alat dan kendaraan.


“Kami sendiri juga berharap pemerintah bisa membantu akses jalannya,” ungkapnya. Dengan penguatan benih, pengembangan CPCL, dukungan infrastruktur, dan kebangkitan industri gula, hilirisasi tebu diharapkan dapat memperkuat rantai usaha gula dari hulu hingga hilir. Dengan langkah ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi petani dan masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News