Jawa Barat Masih Kekurangan Industri Gula, KBD Penjalu Bawa Harapan Baru

Berita 14 Aug 2026 00:05 2 min read 90 views By Ilyatul Fitria Ma'rifatin Nasikhah

Share berita ini

Jawa Barat Masih Kekurangan Industri Gula, KBD Penjalu Bawa Harapan Baru
Bukan sekadar menyediakan benih, KBD Penjalu diharapkan menjadi pintu masuk untuk menghidupkan kembali industri gula di Jawa Barat.

KebunNews.com – Pengembangan Kebun Benih Datar (KBD) Penjalu di Jawa Barat diharapkan mampu memperkuat ketersediaan benih tebu sekaligus mendorong kebangkitan industri gula di daerah tersebut. Ketersediaan benih dalam jumlah yang cukup dinilai menjadi bagian yang sangat penting dalam upaya memperluas pengembangan tebu hingga mendukung kebutuhan industri.


Owner CV Karya Amalia, Mulki dan Iman, mengatakan bahwa pengembangan KBD Penjalu diharapkan tidak berhenti pada penyediaan benih saja, tetapi dapat menjadi bagian dari program yang benar-benar mendorong terwujudnya swasembada gula. Penguatan harus dimulai dari sektor hulu, salah satunya dengan memastikan ketersediaan benih yang memadai bagi petani.


“Harapannya menjadi program yang bisa benar-benar mewujudkan swasembada gula, artinya mulai dari benihnya memang kita bisa surplus,” ujar Mulki dikutip Jumat (14/8/26).


Ketersediaan benih yang surplus nantinya diharapkan dapat mendukung pengembangan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi). Dengan begitu, pengembangan tebu dapat dilakukan secara lebih luas dan kebutuhan bahan baku untuk industri gula juga dapat semakin diperkuat. Namun, pengembangan tebu di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala.


Salah satunya kondisi tanah yang didominasi tanah liat. Ketika hujan turun, penggunaan alat mekanisasi menjadi kurang optimal karena tanah yang basah mudah menggumpal pada roda mesin. Kondisi tersebut membuat proses pengolahan dan penanaman dengan mekanisasi harus menunggu hingga tanah cukup kering.


Sementara saat hujan masih berlangsung, kegiatan di lahan dilakukan secara manual agar proses penanaman tetap dapat berjalan. Selain kondisi tanah, akses menuju sejumlah lahan juga menjadi persoalan. Ada beberapa titik yang sulit dijangkau menggunakan traktor maupun kendaraan pengangkut.


Keterbatasan akses turut memengaruhi kelancaran kegiatan di lapangan, terutama ketika alat dan sarana produksi harus masuk ke area penanaman. Karena itu, dukungan pemerintah terhadap akses jalan juga menjadi salah satu harapan dalam pengembangan KBD Penjalu. Perbaikan akses dinilai akan membantu proses budidaya sekaligus memudahkan mobilitas alat dan kendaraan menuju lahan.


Pengembangan KBD Penjalu diharapkan dapat memperkuat rantai pengembangan tebu mulai dari penyediaan benih, petani, hingga industri. Jika ketersediaan benih dan pengembangan lahan dapat berjalan beriringan, program diharapkan ikut membuka jalan bagi kebangkitan industri gula di Jawa Barat serta mendukung terwujudnya swasembada gula.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News