Harga Gula Jadi Sorotan, Petani Tebu Usulkan HPP Rp16.875 per Kg

Berita 25 Aug 2026 23:19 2 min read 104 views By Syahida Rizky Fadlillah

Share berita ini

Harga Gula Jadi Sorotan, Petani Tebu Usulkan HPP Rp16.875 per Kg
Petani tebu masih menghadapi tantangan dalam menjaga keuntungan di tengah meningkatnya biaya produksi. Harga pokok penjualan gula menjadi salah satu perhatian karena menentukan nilai yang diterima petani dari hasil panen tebu.

Kebunnews.com - Harga gula di tingkat petani kembali menjadi perhatian pada musim giling 2026. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengusulkan agar harga pokok penjualan (HPP) gula dinaikkan menjadi Rp16.875 per kilogram.


Usulan tersebut lebih tinggi dibandingkan harga yang sebelumnya menjadi patokan, yakni sekitar Rp14.500 per kilogram. Kenaikan HPP dinilai diperlukan untuk menyesuaikan harga gula dengan biaya produksi yang harus ditanggung petani.


Biaya produksi menjadi salah satu tantangan utama dalam usaha budidaya tebu. Petani perlu mengeluarkan biaya untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengolahan lahan, bibit, pupuk, pemeliharaan tanaman hingga proses panen.


Selain biaya produksi, hasil yang diperoleh petani juga dipengaruhi oleh produktivitas dan kualitas tebu. Salah satu indikator yang penting dalam proses pengolahan tebu menjadi gula adalah rendemen. Rendemen menunjukkan persentase gula yang dapat diperoleh dari tebu yang digiling.


Semakin tinggi rendemen, semakin besar potensi gula yang dihasilkan dari jumlah tebu yang sama. Karena itu, harga tebu tidak hanya berkaitan dengan jumlah hasil panen. Kualitas bahan baku dan rendemen juga menjadi bagian penting yang menentukan nilai ekonomi tebu ketika masuk ke pabrik gula.


Sebelumnya, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menyebut harga minimal gula sebesar Rp14.500 per kilogram sebagai salah satu upaya menjaga keberlanjutan petani tebu. Harga tersebut menjadi bagian dari kebijakan untuk memberikan kepastian kepada petani.


Di sisi lain, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi gula nasional. Pengembangan tebu menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mencapai swasembada gula sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.


Peningkatan produksi tersebut membutuhkan dukungan dari sisi hulu hingga hilir. Produktivitas tanaman perlu ditingkatkan, sementara petani juga membutuhkan kepastian pasar dan harga agar usaha budidaya tebu tetap menarik untuk dijalankan.


Dengan demikian, pembahasan mengenai harga gula tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan perkebunan tebu. Kepastian harga, peningkatan produktivitas dan perbaikan rendemen menjadi sejumlah faktor penting untuk menjaga kesejahteraan petani sekaligus mendukung produksi gula nasional.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News