Gula Rendah Glikemik Berbasis Tebu, Inovasi GULANAS Buka Peluang Bisnis Baru

inovasi 09 Oct 2026 09:00 • 2 min read • 2 views • By Nadia Riski Septiani

Share berita ini

Gula Rendah Glikemik Berbasis Tebu, Inovasi GULANAS Buka Peluang Bisnis Baru
PT Gula Energi Nusantara (GULANAS) mengembangkan gula cair tebu dengan indeks glikemik rendah (Low GI) sebagai alternatif produk gula yang lebih sehat sekaligus membuka peluang pasar baru di industri pangan. Pengembangan ini didukung riset dan teknologi pengolahan, termasuk uji klinis untuk mengevaluasi pengaruh produk terhadap kadar gula darah dan HbA1c. Selain inovasi produk, GULANAS mengembangkan konsep pabrik gula mikro atau hibrid untuk meningkatkan nilai tambah tebu lokal dan memberdayakan petani melalui teknologi pengolahan.

KebunNews.com - PT Gula Energi Nusantara (GULANAS) mengembangkan inovasi gula cair tebu dengan indeks glikemik rendah atau Low GI sebagai alternatif produk gula yang lebih sehat sekaligus membuka peluang bisnis baru di industri pangan Indonesia. Inovasi tersebut dikembangkan dengan mengedepankan riset dan teknologi proses gula.


Director of Operations PT Gula Energi Nusantara, Jodi Wiryono, menjelaskan bahwa pengembangan gula sehat menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan yang lebih memperhatikan aspek kesehatan.


Menurut Jodi, kondisi industri gula Indonesia masih menghadapi tantangan karena produksi gula nasional disebut stagnan selama lebih dari 100 tahun, sementara kebutuhan konsumsi terus meningkat. Kondisi tersebut membuat Indonesia masih bergantung pada pasokan gula dari luar negeri.


GULANAS kemudian memfokuskan pengembangan pada produk gula fungsional dan superfood, termasuk gula cair tebu yang diproses menggunakan teknologi khusus. Produk tersebut dikembangkan dengan konsep indeks glikemik rendah serta mengandung vitamin dan mineral esensial.


Pengembangan produk gula sehat tersebut berawal dari pengalaman pendiri GULANAS, Joko Budiwirono, yang mulai terinspirasi mengembangkan gula dengan konsep berbeda setelah didiagnosis diabetes pada 2011. Selain pengembangan produk, GULANAS juga tengah melakukan uji klinis untuk melihat efektivitas produk gula Low GI terhadap kadar gula darah dan HbA1c.


Hasil pengujian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperluas pemanfaatan produk, termasuk peluang adopsi oleh rumah sakit. Jodi menyebut perusahaan menempatkan riset dan pengembangan sebagai fokus utama.


Sementara untuk pemasaran, GULANAS bermitra dengan pihak ketiga agar proses pemasaran tetap objektif dan perusahaan dapat lebih berkonsentrasi pada pengembangan teknologi serta produk. Inovasi juga diarahkan pada sektor hulu melalui pengembangan pabrik gula mikro atau pabrik gula hibrid.


Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi tebu yang dihasilkan petani lokal sekaligus mendorong pemberdayaan petani melalui teknologi pengolahan. Kemampuan perusahaan dalam bidang teknik mesin dan manufaktur turut mendukung pengembangan tersebut.


GULANAS dapat merancang dan membuat sendiri sejumlah peralatan proses yang dibutuhkan untuk menghasilkan inovasi produk gula. Bagi GULANAS, pengembangan gula sehat tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar saat ini.


Perusahaan juga berupaya membaca kebutuhan masyarakat di masa mendatang, terutama seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan pangan yang memiliki nilai tambah.


Inovasi gula rendah glikemik tersebut pada akhirnya mempertemukan tiga aspek, yakni kesehatan, teknologi pangan, dan pemberdayaan petani tebu. Jika pengembangan dan pengujiannya berhasil, produk tersebut berpotensi menciptakan kategori pasar baru sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas tebu lokal.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News