Mengenal Penangkar Tanaman Perkebunan 3 Dekade Asal Jatim

Berita 04 Oct 2026 18:59 • 2 min read • 6 views • By Adhita Diansyavira

Share berita ini

Mengenal Penangkar Tanaman Perkebunan 3 Dekade Asal Jatim
Selama lebih dari tiga dekade, Abdul Kholiq konsisten menekuni usaha perbenihan tanaman perkebunan melalui PT Mbah Cacing di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Berawal dari usaha kecil pada 1993, kini jutaan bibit berbagai komoditas telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan program pemerintah maupun swasta.

Kebunnews.com - Tidak banyak penangkar yang konsisten mengembangkan usaha perbenihan. Namun, salah satu pemilik usaha pembibitan ini telah terjun ke bisnis tersebut sejak tahun 1990-an. Berawal dari mengenal dunia pertanian melalui ayahnya yang pernah menjadi Ketua KUD BRAMA di Kecamatan Winongan, Pasuruan, pada 1980 hingga 1993, Abdul Kholiq memutuskan untuk mengembangkan usaha dengan nama UD Zain Brothers pada 1993.


Kemudian, pada 1994, usaha tersebut berganti nama menjadi CV Zein Ziroh. Pada 2011, usaha tersebut kembali berkembang dan berubah menjadi PT Mbah Cacing. Selama rentang 33 tahun, Kholiq menangkar bibit berbagai jenis tanaman, seperti kopi, kakao, tebu, cabai jamu, dan hortikultura. Jutaan bibit telah disalurkan melalui program pemerintah maupun untuk memenuhi kebutuhan swasta. Namun, sepanjang perjalanan usahanya, Kholiq tetap memfokuskan diri pada komoditas tebu.


"Untuk kegiatan PT Mbah Cacing, kami fokus pada penyediaan benih tebu dan terlibat dalam kegiatan penyediaan benih untuk swasta maupun program pemerintah. Termasuk dalam kegiatan pengembangan KBD pada 2021 dan penyediaan benih untuk program hilirisasi sejak 2025," jelas Kholiq.


Pada 2013, PT Mbah Cacing terlibat dalam kegiatan pengembangan KBD seluas 250 hektare dan penyediaan benih untuk KTG seluas 1.500 hektare. Pada 2021, perusahaan mengikuti kegiatan pengembangan KBD seluas 100 hektare.


Sementara itu, dalam program hilirisasi pada 2025, Kholiq turut serta menyediakan benih untuk pengembangan seluas 2.150 hektare di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kemudian, pada 2026, PT Mbah Cacing kembali mendapat kepercayaan untuk menyalurkan benih setara KBD untuk areal seluas 3.600 hektare di wilayah Jawa Timur.


"Saya memilih usaha benih karena selaras dengan kehidupan saya. Saya hidup di perdesaan yang langsung bertemu dengan hamparan sawah, sungai, dan tanah subur. Selain itu, saya meyakini bibit merupakan awal dari keberhasilan pertanian," jelas pengusaha kelahiran Dusun Toxwiro, Desa Winongan Lor, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, 60 tahun lalu.


Ia juga meyakini bahwa bisnis perbenihan cukup prospektif. Hal itu terbukti dari usahanya yang tetap eksis selama lebih dari 30 tahun dan mampu menciptakan keuntungan yang kemudian digunakan untuk mengembangkan usaha lainnya.


"Syaratnya, usaha harus dilakukan secara profesional dan penangkar perkebunan wajib memiliki kebun. Saat benihnya tidak laku, benih tersebut bisa ditanam sendiri sehingga tetap dapat memberikan keuntungan dari hasil panen," ujarnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News