Kopi Arabika Berkualitas Dimulai dari Benih, Simak Teknik Budidayanya
KebunNews.com - Kualitas kopi Arabika tidak hanya ditentukan saat proses pengolahan setelah panen, tetapi sudah dimulai sejak pemilihan benih hingga tanaman menghasilkan buah. Kesehatan tanaman, kecukupan pupuk, dan keberadaan pohon pelindung menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga mutu biji kopi.
Hal tersebut disampaikan Awaluddin, S.P., M.P., Founder Kampong Kopi Bawakareng, dalam Webinar Gamal Institute bertajuk “Kopi Arabika Berkualitas: Teknik Budidaya hingga Panen” pada Senin, 28 September 2026.
Menurut Awaluddin, pemilihan benih menjadi tahap awal yang penting dalam budidaya kopi Arabika. Benih sebaiknya berasal dari sumber yang bebas hama dan penyakit, tidak rusak atau kedaluwarsa, serta diutamakan memiliki sertifikat.
Benih Perlu Disortir Sebelum Disemai Sebelum masuk tahap persemaian, kualitas benih perlu diperiksa terlebih dahulu. Biji yang dipilih harus dalam kondisi baik, tidak hitam, tidak pecah, berukuran normal, serta memiliki warna hijau tua mengilap dan bebas dari hama maupun penyakit.
Setelah kulit buah dibersihkan, biji yang rusak perlu dipisahkan dari biji yang baik. Benih kemudian dikeringkan hingga memiliki kadar air sekitar 14 persen. Dalam kondisi tersebut, benih dapat disimpan hingga sekitar enam bulan.
Penyimpanan dilakukan menggunakan wadah tertutup pada suhu ruang. Untuk penanaman, benih ditempatkan dengan jarak sekitar 5 × 3 sentimeter dan kedalaman lubang sekitar 0,5–1 sentimeter. Posisi punggung biji berada di bagian atas.
Kulit tanduk dapat dilepas ataupun tetap dipertahankan ketika benih ditanam. Persemaian Menjadi Tahap Awal Pertumbuhan Persemaian perlu disiapkan dengan menggemburkan tanah dan mencampurkannya dengan pupuk kandang serta pasir.
Media tersebut digunakan untuk mendukung pertumbuhan awal tanaman kopi. Kopi Arabika umumnya mulai berkecambah sekitar dua bulan. Setelah bibit tumbuh dan memiliki sedikitnya dua daun, tanaman dapat dipindahkan ke polybag untuk melanjutkan tahap pembibitan.
Pada tahap berikutnya, pemeliharaan tanaman menjadi bagian penting untuk mendukung pertumbuhan dan kualitas hasil. Pemupukan perlu dilakukan dengan memperhatikan prinsip tepat dosis, tepat jenis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat.
Selain pemupukan, keberadaan pohon pelindung juga menjadi salah satu faktor yang disebut Awaluddin berpengaruh terhadap mutu biji kopi. Sortasi Dilakukan Saat Panen Tahap panen juga menentukan kualitas bahan yang akan diolah menjadi kopi.
Sortasi dilakukan dengan memisahkan buah merah atau buah yang telah masak normal dari buah yang masih hijau, buah kering, buah hampa, serta kotoran. Dengan memperhatikan tahapan mulai dari pemilihan benih, persemaian, pembibitan, pemupukan, hingga sortasi saat panen, budidaya kopi Arabika dapat dilakukan secara lebih terarah untuk mendukung mutu biji yang dihasilkan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles