Rumah Makin Asri dengan 7 Tanaman Ini Punya Manfaat untuk Kualitas Udara

Budidaya 27 Sep 2026 08:30 • 5 min read • 8 views • By Syahida Rizky Fadlillah

Share berita ini

Rumah Makin Asri dengan 7 Tanaman Ini Punya Manfaat untuk Kualitas Udara
Sering dianggap hanya sebagai penghias rumah, beberapa tanaman hias ini ternyata memiliki potensi membantu menjaga kualitas udara. Mulai dari sirih gading hingga peace lily, ada tujuh tanaman yang bisa dipertimbangkan untuk membuat lingkungan rumah lebih hijau.

Kebunnews.com - Udara bersih sering kali baru terasa penting ketika kualitasnya mulai berubah. Debu, asap, hingga berbagai senyawa dari aktivitas sehari-hari dapat memengaruhi udara yang berada di sekitar tempat tinggal.


Kondisi itu membuat keberadaan tanaman di rumah menjadi menarik untuk diperhatikan. Bukan hanya sebagai penghias ruangan atau halaman, sejumlah tanaman diketahui memiliki potensi berhubungan dengan kualitas udara di dalam ruangan.


Penelitian yang dirangkum dalam sebuah systematic review terhadap 95 artikel ilmiah yang dilakukan Ke-Tsung Han dan Li-Wen Ruan menemukan bahwa tanaman dalam ruangan berpotensi menurunkan sejumlah polutan, terutama formaldehida, benzena, dan toluena.


Tanaman juga dapat memengaruhi kelembapan serta kondisi mikroklimat di dalam ruangan. Namun, bukan berarti satu atau dua pot tanaman bisa langsung membuat udara menjadi bersih. Penelitian lain yang menganalisis 12 studi eksperimental menemukan bahwa kemampuan tanaman pot dalam menghilangkan senyawa organik volatil atau VOC di kondisi nyata cenderung terbatas.


Jumlah tanaman yang sangat banyak bahkan dapat diperlukan untuk menyamai pengaruh pertukaran udara dalam ruangan. Karena itu, tanaman lebih tepat dilihat sebagai bagian dari lingkungan hijau, bukan pengganti ventilasi maupun alat penyaring udara. Lantas, tanaman apa saja yang memiliki potensi tersebut?


1. Sirih Gading Sirih gading atau Epipremnum aureum menjadi salah satu tanaman yang populer ditempatkan di dalam rumah.


Bentuknya merambat dengan daun berwarna hijau yang terkadang memiliki corak kekuningan. Tanaman ini termasuk jenis yang dibahas dalam penelitian mengenai kemampuan tanaman hias dalam mengurangi senyawa organik volatil di udara.


Royal Horticultural Society (RHS) juga memasukkan Epipremnum aureum dalam daftar tanaman yang memiliki potensi mengurangi beberapa VOC, termasuk benzena dan formaldehida. Perawatannya pun relatif sederhana. Sirih gading dapat ditanam di pot maupun ditempatkan sebagai tanaman gantung sehingga tidak membutuhkan banyak ruang.


2. Lili Paris Lili paris atau spider plant memiliki daun panjang yang tumbuh menjuntai.


Tanaman ini cukup populer sebagai penghias rumah karena mudah dirawat dan dapat ditempatkan di pot gantung. RHS mencatat Chlorophytum comosum sebagai salah satu tanaman yang memiliki potensi mengurangi benzena dan formaldehida berdasarkan rangkuman penelitian sebelumnya. Selain menambah unsur hijau, bentuknya yang menjuntai membuat lili paris cocok ditempatkan di rak, dekat jendela, atau area rumah yang memiliki pencahayaan cukup.


3. Dracaena Dracaena merupakan kelompok tanaman hias yang terdiri dari sejumlah spesies dan kultivar.


Salah satunya adalah Dracaena marginata, yang memiliki batang tegak dan daun panjang. Tanaman dari kelompok Dracaena termasuk dalam daftar tanaman yang diteliti terkait kualitas udara dalam ruangan.


RHS mencantumkan beberapa jenis Dracaena sebagai tanaman yang berpotensi mengurangi senyawa seperti benzena dan formaldehida. Bentuknya yang tumbuh vertikal juga membuat tanaman ini dapat menjadi pilihan untuk sudut ruangan tanpa memerlukan area lantai yang terlalu luas.


4. English Ivy English ivy atau Hedera helix merupakan tanaman merambat dengan daun hijau yang dapat tumbuh menjuntai dari pot.


RHS menyebut ivy sebagai tanaman yang mudah dirawat dan dapat beradaptasi dengan kondisi cahaya rendah. Tanaman ini juga termasuk jenis yang diteliti dalam kaitannya dengan kualitas udara dalam ruangan.


Karakter pertumbuhannya membuat ivy cocok ditempatkan pada pot gantung atau rak yang memungkinkan batangnya menjuntai. 5. Peace Lily Peace lily atau Spathiphyllum wallisii dikenal dengan daun hijaunya yang lebar dan bunga putih yang khas.


Tanaman ini termasuk salah satu dari tujuh jenis tanaman yang digunakan dalam penelitian RHS bersama University of Birmingham untuk melihat kemampuan tanaman dalam menurunkan polutan udara di dalam ruangan.


Penelitian tersebut mencakup beberapa jenis Dracaena, English ivy, peace lily, serta tanaman ZZ. Peace lily juga menjadi salah satu tanaman yang cukup populer untuk ditempatkan di dalam ruangan karena tampilannya yang menarik.


6. Ficus atau Rubber Plant Rubber plant atau Ficus elastica memiliki daun lebar dan mengilap sehingga cukup mudah dikenali.


Tanaman ini dapat tumbuh menjadi cukup besar jika ditempatkan dalam kondisi yang sesuai. RHS memasukkan Ficus elastica sebagai salah satu tanaman indoor yang relatif mudah ditanam. Tanaman tersebut juga tercantum dalam rangkuman penelitian mengenai tanaman yang berpotensi mengurangi beberapa senyawa organik volatil. Dengan daunnya yang lebar, rubber plant juga dapat memberikan kesan lebih hijau pada sudut rumah atau ruang kerja.


7. Palem Palem menjadi salah satu tanaman yang sering digunakan untuk memberikan kesan hijau pada ruangan.


Salah satu jenis yang populer adalah bamboo palm atau Dypsis lutescens. Selain digunakan sebagai tanaman hias, kelompok tanaman palem juga masuk dalam berbagai penelitian mengenai tanaman indoor dan kualitas lingkungan.


RHS mencatat bamboo palm sebagai salah satu tanaman yang dapat digunakan di dalam ruangan, sementara penelitian mengenai tanaman indoor juga melihat pengaruh vegetasi terhadap kondisi mikroklimat seperti kelembapan dan suhu.


Daunnya yang rimbun membuat tanaman ini dapat menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang ingin menambah vegetasi di dalam maupun sekitar tempat tinggal. Tanaman Bukan Pengganti Penyaring Udara Meski sejumlah penelitian menunjukkan potensi tanaman dalam memengaruhi kualitas udara, manfaat tersebut tidak boleh dipahami secara berlebihan.


Penelitian mengenai tanaman dan VOC banyak dilakukan dalam kondisi laboratorium. Ketika diterapkan pada rumah atau bangunan sebenarnya, hasilnya dapat berbeda karena dipengaruhi ukuran ruangan, ventilasi, cahaya, jumlah tanaman, jenis tanaman, hingga sumber polutan.


Kajian terhadap penelitian yang ada juga menunjukkan bahwa penelitian di rumah dan kantor masih memberikan hasil yang beragam. Karena itu, keberadaan tanaman sebaiknya menjadi pelengkap.


Untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) merekomendasikan tiga langkah utama, yakni mengurangi sumber polusi, meningkatkan ventilasi, serta menggunakan filtrasi atau air cleaner bila diperlukan.


Pada akhirnya, menempatkan beberapa pot tanaman di rumah bukanlah solusi tunggal untuk persoalan udara. Namun, kebiasaan sederhana tersebut tetap dapat menjadi salah satu cara menghadirkan lebih banyak unsur hijau di lingkungan tempat tinggal.


Ketika udara tak selalu bersih, menjaga lingkungan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Bisa saja dari satu pot tanaman yang diletakkan di sudut rumah, lalu bertambah menjadi halaman yang lebih hijau.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News