Dewan Kakao Indonesia: Kakao Perlu Diperkuat dengan Branding dan Storytelling

Bisnis 15 Sep 2026 19:50 2 min read 8 views By Nadia Riski Septiani

Share berita ini

Dewan Kakao Indonesia: Kakao Perlu Diperkuat dengan Branding dan Storytelling
Pengembangan bisnis kakao tidak cukup hanya mengandalkan inovasi produk, tetapi juga membutuhkan strategi branding dan storytelling untuk membangun identitas serta menarik konsumen. Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia Sutanto Abdullah mendorong pelaku usaha memanfaatkan berbagai bagian tanaman kakao menjadi produk bernilai tambah, sekaligus menggunakan media sosial untuk mengangkat cerita tentang asal kakao, kebun, petani dan daerah penghasilnya.

KebunNews.com – Pengembangan produk olahan kakao tidak hanya membutuhkan inovasi dalam pengolahan, tetapi juga strategi pemasaran. Branding dan storytelling dinilai menjadi bagian penting untuk memperkenalkan produk kepada konsumen sekaligus membangun pasar.


Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia, Sutanto Abdullah, mengatakan produk kakao perlu memiliki cerita yang kuat mengenai asal produk, kebun, petani hingga daerah penghasilnya.


Hal tersebut disampaikan dalam webinar “Prospek Bisnis Usaha Kreatif Pengolahan Kakao” yang membahas peluang diversifikasi kakao menjadi berbagai produk bernilai tambah. Menurut Sutanto, kakao perlu dilihat sebagai sebuah ekosistem yang memiliki banyak sumber nilai ekonomi. Karena itu, pengembangan produk tidak berhenti pada pengolahan biji menjadi cokelat.


“Kakao coba kita jangan melihat hanya sekadar cokelat saja, tetapi dengan inovasi dan teknologi bagian-bagian dari pohon kakao yang lain itu bisa kita jadikan sebagai sumber pendapatan tambahan,” ujar Sutanto.


Konsep tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk dari berbagai bagian tanaman kakao. Biji dapat diolah menjadi pasta, bubuk, lemak kakao, cokelat batangan, praline dan minuman. Sementara hasil samping seperti kulit buah, kulit biji dan daun juga dapat dikembangkan menjadi produk lain dengan nilai ekonomi.


Manfaatkan Media Sosial


Dalam pengembangan pasar, Sutanto menilai media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk kakao kepada konsumen. Platform seperti TikTok, Instagram dan Facebook dapat menjadi sarana untuk membangun komunikasi dengan calon konsumen sekaligus memperkenalkan cerita di balik produk.


Cerita mengenai asal kakao, kebun tempat tanaman dibudidayakan, petani yang mengelolanya hingga karakteristik daerah produksi dapat menjadi bagian dari strategi storytelling. Pendekatan tersebut dapat membuat produk tidak hanya menawarkan barang, tetapi juga membawa identitas dan cerita yang melekat pada produk.


Meski demikian, pengembangan bisnis kakao tetap menghadapi sejumlah tantangan. Produk yang membutuhkan teknologi lebih maju masih memerlukan riset, pengujian, teknologi, konsistensi bahan baku serta perhatian terhadap standar keamanan.


Karena itu, inovasi produk perlu berjalan beriringan dengan kesiapan teknologi, kualitas bahan baku, keamanan produk dan strategi pemasaran. Dengan kombinasi inovasi, diversifikasi, branding dan pemanfaatan media sosial, pengolahan kakao berpeluang menciptakan sumber nilai ekonomi baru bagi pelaku usaha dan petani.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News