Danantara Turun Tangan, Hilirisasi Kelapa Indonesia Masuk Babak Baru
KebunNews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Badan Pengelola Investasi Danantara untuk mempercepat pembangunan industri hilir kelapa terpadu di sejumlah daerah. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa yang selama ini masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, Agus Rosyid, mengatakan Danantara telah melakukan survei di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan industri kelapa.
Pembangunan industri hilir akan difokuskan pada daerah yang memiliki ketersediaan bahan baku melimpah, tetapi belum didukung oleh kapasitas pengolahan yang memadai.
“Alhamdulillah PTPN juga sudah mulai bekerja keras di Jawa Timur membangun kebun inti kelapa dan akan merambah ke plasma. Danantara juga sudah survei beberapa lokasi untuk membangun industri hilir terpadu ini,” ujar Agus dalam webinar Hilirisasi di Jakarta, dikutip Selasa (1/9/26).
Pemerintah menargetkan pengembangan kawasan hilirisasi kelapa pada 2026 mencapai sekitar 150.000 hingga 154.000 hektare. Target tersebut meningkat tajam dibandingkan realisasi pada 2025 yang mencapai sekitar 11.515 hektare.
Program pengembangan hilirisasi kelapa ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja dalam jumlah besar. Pemerintah menargetkan sektor tersebut dapat menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja pada 2027.
Pengembangan industri kelapa terpadu menjadi bagian dari peta jalan hilirisasi nasional periode 2025–2045. Melalui program ini, pemerintah berharap komoditas kelapa Indonesia tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Agus menegaskan pembangunan industri hilir tersebut tidak bertujuan untuk menjadi pesaing bagi perusahaan yang telah lebih dahulu beroperasi. Industri baru akan diarahkan ke wilayah yang selama ini belum memiliki kapasitas pengolahan yang optimal.
Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku. Beberapa tahun lalu sempat ada perusahaan yang mengalami kekurangan bahan baku," jelasnya.
Dengan kolaborasi antara Kementan, Danantara, dan PTPN, pemerintah berharap industri kelapa nasional dapat berkembang lebih kuat, meningkatkan nilai tambah produk, sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja di berbagai daerah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles