Tersedia 320 Juta Mata Benih Tebu "Premium", Siap Dibagikan Gratis

Berita 04 Oct 2026 19:02 • 2 min read • 38 views • By Adhita Diansyavira

Share berita ini

Tersedia 320 Juta Mata Benih Tebu "Premium", Siap Dibagikan Gratis
Sebanyak 320 juta mata benih tebu bermutu asal kebun benih berjenjang tersedia melalui program pengembangan Kebun Benih Datar (KBD) yang dibiayai APBN 2025. Dari jumlah tersebut, 156 juta mata telah disalurkan kepada petani atau setara pengembangan areal seluas 2.616 hektare, sementara sisanya masih menunggu kesiapan lahan petani.

KebunNews.com - Melalui program pengembangan Kebun Benih Datar (KBD) yang dibiayai APBN TA 2025, saat ini tersedia 320 juta mata benih tebu asal kebun benih berjenjang. Sejauh ini, sebanyak 156 juta mata benih telah disalurkan kepada masyarakat atau setara dengan pengembangan areal seluas 2.616 hektare.


Ebi Rusliani, Direktur Perbenihan Perkebunan, menyebutkan bahwa pada 2025 pemerintah bekerja sama dengan para produsen benih mengembangkan KBD seluas 1.989 hektare.


Dari luasan tersebut, 1.219 hektare telah lolos sertifikasi. Dari kebun tersebut, tersedia benih sebanyak 320 juta mata atau setara dengan pengembangan areal seluas 7.314 hektare. Sekitar 2.616 hektare telah disalurkan, sedangkan sisanya seluas 5.339 hektare, setara dengan pengembangan areal tersebut, masih menunggu kesiapan lahan petani.


"Petani dapat mengakses benih ini secara gratis dengan terlebih dahulu diusulkan sebagai CPCL oleh dinas yang membidangi perkebunan di kabupaten. Menariknya, kegiatan KBD ini tidak hanya membagikan benih bermutu secara cuma-cuma, tetapi juga mengintroduksi varietas-varietas unggul terbaru seperti NXI 4T, AAS, PSKA, dan Panjalu yang memiliki potensi produksi di atas 1.200 kuintal per hektare dengan rendemen mencapai 9-11 persen," jelas Ebi.


Ia juga memperkirakan pengiriman benih KBD menciptakan perputaran uang untuk logistik dan HOK sebesar Rp5,2 miliar. Namun, manfaat sebenarnya akan dirasakan pada tahun depan saat tebu yang ditanam kemudian digiling, ketika terjadi peningkatan produktivitas tebu dan hablur gula.


Sementara itu, Ulya, pimpinan CV Joyorosan, salah satu mitra pengembangan KBD, menyebutkan bahwa saat ini perusahaannya telah menyalurkan benih untuk areal seluas 800 hektare. Kegiatan tersebut menciptakan perputaran uang untuk pengiriman dan tenaga angkut sebesar Rp2 juta per pengiriman atau setara dengan Rp1,6 miliar.


"Benih yang kami salurkan adalah jenis Panjalu. Beberapa waktu lalu, hasil giling di pabrik gula baru di wilayah Jawa Tengah memperlihatkan rendemen di angka 11 persen, dengan produktivitas mencapai 1.200 kuintal per hektare," jelas Ulya.


Terkait belum seluruh benih disalurkan, Ulya menjelaskan bahwa hal tersebut berkaitan dengan kondisi kemarau ekstrem yang membuat waktu penanaman mengalami kemunduran. Namun, stok benih masih akan tersedia hingga November 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News