Produktivitas Bisa Melejit, 5 Varietas Kakao Unggul Ini Jadi Andalan Petani

inovasi 28 Aug 2026 00:06 2 min read 72 views By Syahida Rizky Fadlillah

Share berita ini

Produktivitas Bisa Melejit, 5 Varietas Kakao Unggul Ini Jadi Andalan Petani
Lima varietas unggul baru kakao disiapkan untuk memperkuat produktivitas dan kualitas hasil perkebunan rakyat. Pengembangan varietas ini juga diarahkan untuk mendukung hilirisasi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kakao bagi petani.

KebunNews.com - Pengembangan kakao nasional terus diperkuat melalui pemanfaatan hasil riset dan inovasi. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan lima varietas unggul baru kakao yang siap dikembangkan.


Dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Rabu (10/6/2026), pengembangan varietas tersebut dibahas dalam pertemuan kolaborasi Kementan dan BRIN di Jakarta pada Selasa (9/6/2026).


Peneliti kakao, Rubiyo, mengatakan lima varietas tersebut merupakan hasil penelitian yang sebelumnya dikembangkan di lingkungan Kementan.


“Pak Menteri menanyakan apakah ada inovasi teknologi yang dihasilkan dari penelitian yang dahulu berasal dari Kementerian Pertanian. Saya sampaikan bahwa kami telah menghasilkan lima varietas unggul baru kakao yang siap dikembangkan,” ujar Rubiyo, Selasa (9/6/2026).


Salah satu varietas unggulan adalah BP 1 yang memiliki ukuran biji lebih besar, kandungan lemak tinggi, serta produktivitas sekitar tiga ton biji kakao kering per hektare per tahun. Selain BP 1, terdapat RHS 1 dan RHS 2 yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber benih unggul sekaligus mendukung pengembangan kakao hibrida.


Hasil penelitian tersebut mulai diterapkan di berbagai wilayah. BP 1 telah tersebar di sejumlah daerah, sedangkan RHS 1 dan RHS 2 telah dikembangkan di tujuh provinsi untuk kebun induk, kebun benih, hingga teknik sambung pucuk.


Rubiyo menilai kolaborasi diperlukan agar inovasi dapat diterapkan secara lebih luas dan memberikan manfaat langsung kepada petani.


“Kalau ingin penyebarluasan inovasi berlangsung secara masif, maka kolaborasi seperti ini sangat penting. Tujuannya agar menghasilkan kakao dengan produktivitas tinggi, mutu yang baik, dan pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan petani,” katanya.


Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diterapkan di lapangan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.


“Penelitian harus menghasilkan sesuatu yang nyata untuk rakyat. Jangan berhenti di laboratorium atau jurnal, tetapi harus sampai ke petani, meningkatkan produktivitas, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegas Amran.


Pengembangan varietas unggul tersebut diharapkan memperkuat sektor hulu sekaligus mendukung hilirisasi kakao nasional.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News