Pala Nurpakuan Agribun Mampu Produksi hingga 8.730 Buah per Pohon per Tahun

Budidaya 21 Aug 2026 01:10 3 min read 79 views By Nadia Riski Septiani

Share berita ini

Pala Nurpakuan Agribun Mampu Produksi hingga 8.730 Buah per Pohon per Tahun
Pala Nurpakuan Agribun memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya potensial untuk dikembangkan, mulai dari produktivitas hingga 8.730 buah per pohon per tahun, bobot buah mencapai 63,89 gram, kandungan minyak atsiri fuli hingga 12,18 persen, serta kemampuan mulai berproduksi pada umur 2–3 tahun melalui teknik sambungan.

KebunNews.com — Pala varietas Nurpakuan Agribun menjadi salah satu varietas pala unggul dengan potensi produksi yang cukup tinggi. Tanaman yang dikembangkan dari hasil seleksi populasi pala di Bogor, Jawa Barat, ini mampu menghasilkan hingga 8.730 buah per pohon dalam satu tahun.


Selain produktivitasnya, varietas tersebut juga memiliki keunggulan dari sisi karakter buah, fuli, hingga kandungan minyak atsiri. Pala Nurpakuan Agribun secara resmi ditetapkan sebagai varietas unggul melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 22/Kpts/KB.020/2/2019 yang diterbitkan pada 1 Februari 2019.


Varietas ini berasal dari proses seleksi terhadap populasi tanaman pala yang berkembang di wilayah Bogor, Jawa Barat. Dari sisi produktivitas, kemampuan menghasilkan ribuan buah dalam satu tahun menjadi salah satu karakter utama Pala Nurpakuan Agribun.


Dalam kondisi budidaya yang sesuai, satu pohon dapat menghasilkan hingga 8.730 buah per tahun. Bobot buahnya berada di kisaran 51,42 hingga 63,89 gram dengan ketebalan daging buah sekitar 1,05 hingga 2,3 sentimeter.


Karakter fisik buah varietas ini juga cukup khas. Saat mencapai kematangan, kulit buahnya berwarna hijau kekuningan dengan bentuk bulat hingga bulat-oval. Bagian tempurung bijinya berubah menjadi hitam kecokelatan dan tampak mengilap ketika tua.


Sementara fuli segarnya memiliki warna merah dengan aroma tajam yang menjadi salah satu ciri khas tanaman pala. Keunggulan Pala Nurpakuan Agribun juga terlihat dari kualitas fulinya. Kandungan minyak atsiri pada fuli tua tercatat mencapai 12,18 persen.


Fuli sendiri merupakan salah satu bagian tanaman pala yang memiliki nilai ekonomi dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan dalam berbagai kebutuhan, sehingga kualitas dan kandungan minyak atsirinya menjadi faktor penting dalam pengembangan komoditas tersebut. Selain produktivitas dan mutu hasil, varietas ini memiliki keunggulan dari sisi waktu mulai berproduksi.


Dengan penerapan teknik sambungan, Pala Nurpakuan Agribun disebut dapat mulai menghasilkan buah pada umur sekitar 2 hingga 3 tahun. Karakter tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi petani karena tanaman yang lebih cepat memasuki masa produksi berpotensi memperpendek waktu menunggu hingga memperoleh hasil.


"Melalui teknik sambungan, tanaman pala unggul ini dapat mulai menghasilkan pada umur sekitar 2–3 tahun," demikian salah satu karakter unggul yang menjadi daya tarik Pala Nurpakuan Agribun dalam pengembangan budidayanya, dikutip Jumat (21/8/26).


Sebagai varietas yang berasal dari seleksi populasi pala di Bogor, Pala Nurpakuan Agribun juga memiliki karakter morfologi tertentu. Daunnya berbentuk obovat-lanset dengan permukaan bagian atas berwarna hijau, sedangkan bagian bawah berwarna hijau muda.


Dengan potensi produksi mencapai 8.730 buah per pohon setiap tahun, bobot buah hingga 63,89 gram, kandungan minyak atsiri fuli hingga 12,18 persen, serta kemampuan mulai berbuah pada umur 2–3 tahun melalui teknik sambungan, Pala Nurpakuan Agribun memiliki sejumlah karakter yang mendukung pengembangannya sebagai salah satu varietas pala unggul untuk budidaya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News