Harga Cengkeh Natuna Capai Rp115 Ribu per Kilogram, Petani Hadapi Kendala Panen

Berita 19 Oct 2026 08:00 • 2 min read • 50 views • By Nadia Riski Septiani

Share berita ini

Harga Cengkeh Natuna Capai Rp115 Ribu per Kilogram, Petani Hadapi Kendala Panen
Harga cengkeh di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, naik pada Oktober 2026, dengan cengkeh basah mencapai Rp30.000 per kilogram dan cengkeh kering Rp115.000 per kilogram. Namun, kenaikan harga tersebut belum diimbangi hasil panen yang maksimal karena buah cengkeh belum tumbuh lebat. Petani berharap harga tetap stabil dan produktivitas kebun meningkat agar pendapatan mereka lebih baik.

KebunNews.com - Harga cengkeh di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mengalami kenaikan pada Oktober 2026. Harga cengkeh basah dilaporkan mencapai Rp30.000 per kilogram, sedangkan cengkeh kering menyentuh Rp115.000 per kilogram.


Namun, kenaikan harga tersebut belum sepenuhnya diikuti peningkatan hasil panen karena buah cengkeh yang dihasilkan petani masih belum terlalu lebat. Mengutip laporan Narasi Berita yang diterbitkan pada 12 Oktober 2026, harga cengkeh basah di Natuna naik dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.


Sementara itu, harga cengkeh kering meningkat dari Rp110.000 menjadi Rp115.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut memberikan harapan bagi petani untuk memperoleh pendapatan lebih baik. Meski demikian, jumlah produksi tetap menjadi tantangan karena hasil panen kali ini belum maksimal.


Wardiman (32), pemilik kebun cengkeh di Desa Kelarik Utara, Kecamatan Bunguran Utara, mengatakan bahwa buah cengkeh di kebunnya belum tumbuh lebat dan proses berbuah berlangsung secara bertahap. “Ya bang, Alhamdulillah harga naik sedikit. Tapi itulah bang, buah kali ini memang tidak terlalu lebat. Sepertinya berbuah secara bertahap,” ujar Wardiman, sebagaimana dikutip Narasi Berita pada 12 Oktober 2026. Menurut Wardiman, jenis cengkeh Ambon sudah mulai berbuah.


Adapun cengkeh Zanzibar dan cengkeh lokal masih berada dalam proses pembentukan buah menjelang panen. Ia memperkirakan masa panen berikutnya akan berlangsung sekitar tiga bulan mendatang. Wardiman berharap harga cengkeh tetap stabil atau meningkat, disertai hasil panen yang lebih melimpah pada tahun berikutnya.


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan harga komoditas tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan pendapatan petani. Volume produksi menjadi faktor penting yang turut menentukan hasil penjualan cengkeh.


Bagi petani, kestabilan harga dan produktivitas kebun sama-sama diperlukan untuk menjaga keberlanjutan usaha perkebunan. Dengan hasil panen yang lebih baik, kenaikan harga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani cengkeh.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kebun News